SAMBUTAN KETUA UMUM
DHARMA
WANITA PERSATUAN
PADA HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN
PADA HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN
KE-13 TAHUN
2013
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,
Yang terhormat
Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Pusat,
Yang kami hormati
Penasihat DWP Instansi Pemerintah Pusat dan Provinsi,
Ketua Dharma Wanita Persatuan,
Para pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan
Anggota Dharma Wanita Persatuan pada semua tingkat kepengurusan,
Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Pusat,
Yang kami hormati
Penasihat DWP Instansi Pemerintah Pusat dan Provinsi,
Ketua Dharma Wanita Persatuan,
Para pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan
Anggota Dharma Wanita Persatuan pada semua tingkat kepengurusan,
Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya, Dharma Wanita Persatuan tetap berkiprah
sampai tahun 2012. Kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Masa Bakti tahun
2009-20012 akan berakhir tahun depan. Tanpa terasa, waktu telah berlalu dengan
cepat, sisa waktu satu tahun akan terasa singkat untuk mengemban tugas
melaksanakan amanat organisasi Musyawarah Nasional Dharma Wanita Persatuan di
tahun 2012.
Sejumlah tugas
dan berbagai masalah penting organisasi harus diselesaikan dengan segera dan
secara seksama dalam mencapai kesempurnaan organisasi. Dalam melaksanakan
tugas, kami sadar arti keberadaan Dharma Wanita Persatuan, yang muncul di
tengah masyarakat yang sedang mengalami reformasi dan demokrasi. Organisasi DWP
adalah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri pegawai negeri sipil,
yang netral tidak berpolitik, mandiri, serta jabatan ketua yang tidak
fungsional lagi. Dengan perubahan yang terjadi, kondisi ini merupakan suatu
tantangan yang menarik untuk menguji dan memberikan peran serta manfaat Dharma
Wanita Persatuan di tengah masyarakat.
Bangsa Indonesia
akan mengadakan Pemilu di tahun mendatang, kiranya Dharma Wanita Persatuan yang
netral tidak berpolitik dapat berpikir rasional dalam menghadapi pemilu
mendatang. Sebaiknya organisasi memperkuat setiap lini organisasi;
memberdayakan kembali setiap gugus organisasi untuk mencapai kinerja yang
optimal karena kondisi lingkungan semakin kompleks.
Para hadirin yang
kami muliakan,
Pada ulang tahun
ke-13 Dharma Wanita Persatuan tahun 2013 yang juga merupakan seratus tahun
Kebangkitan Nasional; sebagai anak bangsa kita perlu merenung kembali hal-hal
yang telah dilakukan sejak kemerdekaan ataupun sejak 100 tahun yang lampau
dimana para pejuang kita memikirkan rasa kebangkitan Bangsa. Perlu kiranya kita
kilas balik menganalisa permasalahan bangsa agar dapat kita solusikan
penyelesaiannya dalam program ke depan.
Dalam era
kemerdekaan yang dimulai dengan perjuangan rasa kebangkitan bangsa, membuka
lebar bagi setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam
berperan untuk kepentingan bangsa. Pemberdayaan perempuan dalam setiap lini
pembangunan termasuk dibidang politik perlu diwujudkan dengan keterwakilan
perempuan untuk duduk di Dewan Perwakilan Rakyat; jumlah perempuan yang duduk
mewakili suara rakyat kiranya perlu ditingkatkan agar masyarakat mendapat hak
sepenuhnya, karena perempuan lebih dekat dengan kesejahteraan yang ingin
dicapai. Perkembangan demokrasi membuat budaya mendudukkan persamaan dan
keadilan sebagai nilai sentral. Budaya dan ideologi ini masih kental dan
mewarnai berbagai aspek kehidupan dan stuktur masyarakat serta masih
menciptakan ketimpangan gender. Dharma Wanita Persatuan mendorong anggotanya
agar mengisi keterwakilan perempuan ini sesuai dengan misi Dharma Wanita
Persatuan.
Sebenarnya banyak
cara lain yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Banyak perbuatan baik dapat
diberikan kepada bangsa, banyak kesempatan yang dapat ditunjukkan oleh kaum
perempuan. Tahun lalu Indonesia merupakan tuan rumah untuk konperensi
Lingkungan yang membicarakan tentang perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan
global, serta timbulnya kearifan lokal perempuan dalam mengatasi masalah bangsa
melalui perbaikan lingkungan.
Hadirin yang saya
muliakan,
Memang satu abad
terakhir ini telah terjadi peningkatan suhu sebagai akibat meningkatnya
konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Kejadian ini dimulai dengan peningkatan
laju pertambahan penduduk yang menyebabkan peningkatan aktivitas penduduk.
Selaras dengan itu terjadi tuntutan perkembangan teknologi dan industri.
Industri ataupun aktivitas penduduk memakai energi fosil mengakibatkan gas
rumah kaca, terutama karbondioksida (CO2). Karbondioksida dan gas
rumah kaca lainnya membuat lapisan di atmosfer menyelimuti bumi dan mengakibatkan
bumi menjadi semakin panas.
Dampaknya
menyebabkan mencairnya es di kutub dan air yang terbentuk akan meningkatkan
permukaan air laut. Peningkatan permukaan air laut akan menenggelamkan pulau-pulau
kecil atau daratan menjadi makin sempit karena intruisi air laut menyebabkan
mundurnya garis pantai. Selain itu akan timbul badai serta angin puting
beliung. Kesemua ini akan merugikan masyarakat sendiri, terutama masyarakat
tepi pantai, nelayan akan sukar melaut, hasil perikanan akan menurun dan
akibatnya dapat menganggu ketahanan pangan.
Perubahan ini
menyebabkan pula pergeseran musim, intensitas hujan menjadi singkat waktunya
atau musim kemarau menjadi panjang. Dampak ini membuat perubahan pola musim
tanam. Berubahnya pola musim tanam merugikan petani karena sulit menentukan
saat pembibitan, perkiraan panen dan serangan hama yang tak terduga. Semua ini
berdampak pula terhadap ketahanan pangan.
Gas rumah kaca
diperburuk pula oleh kebakaran hutan dan gas metan yang berasal dari tumpukan
sampah akibat ulah manusia pula. Kebakaran hutan akan mengubah spesies fauna
dan flora karena migrasi atau punahnya mereka. Meningkatnya penyakit epidemi
seperti demam berdarah, malaria, flu burung karena migrasi vektor penyakit ke
permukiman manusia.
Para hadirin
sekalian,
Kesemua ini akan
menyebabkan perekonomian rumah tangga, yang sangat menggantungkan hidup dari
sektor pangan, semakin terpuruk. Kemiskinan tak terhindarkan lagi. Dampak
kemiskinan ini seringkali lebih mengenai kaum perempuan dan anak di masyrakat
kita. Oleh karena itu kita perlu melakukan adaptasi dan mitigasi untuk
memperlambat perubahan yang telah terjadi.
Perempuan yang
pada dasarnya baik, selalu berpikir untuk mendapatkan yang sehat dan nyaman
seperti apa yang telah dilakukan tahun lalu, kita menanam dan memelihara
kembali pohon sehingga kita dapat menghirup udara bersih dan mempunyai langit
biru. Perempuan yang bersifat hemat kiranya dapat melakukan adaptasi dengan
menata rumah tangga sebaik mungkin, mengutamakan kesehatan anak dan keluarga
serta pendidikan agar menjadi cerdas untuk mengangkat ekonomi keluarga.
Perempuan ulet dalam mengatasi krisis ekonomi keluarga dengan terbuktinya
banyak koperasi dikelola oleh kaum perempuan; menjalankan usaha selain simpan
pinjam juga usaha kecil dan menengah umumnya dilakukan oleh kaum perempuan.
Sesuai tema HUT
ke-9 DWP tahun 2008; ”Melalui HUT ke-12 DWP tahun 2012, Kita Tingkatkan Tanam
dan Pelihara untuk Mencapai Ketahanan Pangan”; gerakan Tanam dan Pelihara pohon
yang dilakukan tahun lalu, dilanjutkan tahun ini dengan Tanam dan Pelihara
untuk mencapai Ketahanan Pangan. Ketahanan pangan kiranya dapat mengubah
paradigma masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan.
Kekayaan alam tanah air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan; kesehatan ataupun kosmetik yang juga mempunyai nilai ekonomis. Krisis ekonomi hendaknya mengingatkan kita semua untuk memproteksi atau menguatkan nilai keluarga dengan kemandirian.
Ibu-Ibu yang saya
hormati,
Perempuan Indonesia
yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Indonesia bisa meningkatkan
kapasitasnya sebagai warga negara untuk mampu menyelesaikan masalah baik
masalah keluarga maupun masalah bangsa. Kepemimpinan merupakan kunci
keberhasilan suatu kegiatan; perempuan sebagai penerus nilai dan norma-norma
dalam keluarga dan kelompok strategis dalam masyarakat, yang diharapkan mampu
berperan sebagai pembawa perubahan atau pelaku pembaharuan (agent of change). Untuk mewujudkan
terjadinya perubahan, utamanya dalam lingkungan dan ketahanan pangan demi
terwujudnya perbaikan kualitas hidup diri, keluarga dan masyarakat serta
bangsa.
Ibu-Ibu yang saya
hormati,
Diskriminasi
gender merupakan akar permasalahan dari bentuk ketidak-adilan yang harus
dialami perempuan. Hal ini kita harus benahi karena perempuan dapat berkiprah
secara bersama-sama melalui organisasi.
Dalam
melaksanakan tugas, selain pembenahan dalam organisasi perlu dilaksanakan
program yang sudah tercakup dalam tiga bidang; bidang Pendidikan merupakan
prioritas dalam organisasi fokus pada pendidikan perempuan dan
kegiatan-kegiatan antara lain, pengembangan wawasan berpikir di kalangan
anggota. DWP melihat perlunya meningkatkan sumber daya manusia bangsa. Seperti
pepatah mengatakan, “Mendidik seorang perempuan sama dengan mendidik satu untuk
generasi meningkatkan harkat dan martabat bangsa”.
Dalam era
globalisasi, rasa solidaritas diperlukan oleh organisasi Dharma Wanita
Persatuan untuk menyejahterakan anggotanya; kita berpikir, bekerja, dan
bertanggung jawab bersama-sama. Begitu banyaknya masalah; diharapkan pemecahnya
selalu adalah perempuan.
Reformasi yang
berlangsung sebagai proses transisi menuju demokrasi merupakan kesempatan bagi
perempuan untuk mengaktualisasikan diri. Harus disadari oleh kaum perempuan
bahwa pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang akan
datang, kualitas generasi penerus adalah menjadi tanggung jawab kaum perempuan.
Ibu-Ibu yang saya hormati,
Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan
perlu bekerja keras untuk mewujudkan sikap dan perilaku sehari-hari sebagai
suatu sikap yang membudaya. Kerja keras, antara lain, adalah bagaimana kita
dapat mewujudkan secara nyata persatuan dan kesatuan, kesetiakawanan sosial,
kewajaran, serta keterbukaan dan partisipasi sosial yang berwawasan kebangsaan,
yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi,
kelompok, atau golongan. Para pimpinannya
perlu memiliki kemahiran berorganisasi, bekerja dengan efisiensi yang tinggi,
dapat memberikan teladan yang terpuji, bersedia memaksa dirinya untuk berbuat
sesuatu yang baik bagi organisasi.
Harapan kami adalah bahwa Dharma Wanita
Persatuan tetap langgeng berjalan ke depan karena masih banyak yang diperlukan
untuk membangun masyarakat; untuk itu masih diperlukan uluran tangan para ibu
dalam membangun bangsa ini.
Mengakhiri sambutan ini, kami mengucapkan
Selamat Hari Ulang Tahun ke-9 Dharma Wanita Persatuan; semoga organisasi Dharma
Wanita Persatuan semakin kokoh dalam mengemban visi dan misinya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jakarta, Desember 2012
Ketua Umum,
ttd
ketua
Darmhawanita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar