MODUL
PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran :
PENJASKES
Jenjang :
SMA BUDYA WACANA YOGYAKARTA
Kelas :
XII.IPA/IPS
Semester :
I ( Ganjil )
Satandar
Kompetensi : Mepraktikan
olahraga permainan bola besar dalam bentuk sederhana dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya
Standar
Kompetensi
|
Kompetensi
Dasar
|
Materi
Pembelajaran - Indilator
|
1.1 Mempraltikan olahraga
permainan dalam
bentuk sederhana dan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya olahraga permainan bola besar (Sepak Bola)
|
1.1
Mempraktikan olahraga permainan bola besar Sepak Bola
|
1. Melakukan
teknik dasar sepak bola
·
Menggiring
bola, bola dengan kontrol yang baik
·
Melakukan
latihan pola penyerangan 4 – 4 - 2
·
Bermain dengan peraturan yang di modifikasi untuk
menanamkan nilai kerja sama
dengan menerapkan pola penyerangan
|
Setelah anak-anak, mempelajari
modul ini anak-anak diharapkan dapat menguasai dan mempraktikan materi dibawah
ini, maka anak-anak harus benar-benar
memperhatikan dan melakukan setiap materi dan harus cermat dengan gerakan-gerakan
teknik/pola pola penyerangan :
- Anak-anak melakukan pemanasan sebelum melakukan aktifitas tersebut
- Pembagian posisi dari pola penyerangan tersebut
- Anak-anak melakukan teknik/pola penyerangan 4-4-2
BAB 1
PERMAINAN BOLA BESAR
POLA PENYERANGAN 4-4-2
PENDAHULUAN
Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih
mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak
bola lahir sejak masa Romawi,
sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak
bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina
yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM.
Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
Tsu Sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. Chu
artinya “bola dari kulit ada isinya”
Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada
tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina
telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri
artinya “menerjang bola dengan kaki” Permainan bola saat itu menggunakan bola
yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan
memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.
Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain
datangnya dari negeri Jepang,
sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat
disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah
kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah
seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of
Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu,
masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang
terbuat dari buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di
Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan
bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan
anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah
sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal
muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada
sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu:
Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni
permainan sepak bola.
Pada tanggal
26 Oktober 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama
Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak
bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton. Seiring dengan
perkembangan maka FA berubah menjadi FIFA (Federation Internationale de
Football Association) dibentuk pada tanggal 21 Mei 1904
Permainan sepak bola merupakan
permainan yang dilakukan secara kelompok dan membutuhkan kerjasama yang baik
dalam tim, yang dilakukan di lapangan yang berbentuk empat persegi panjang,
jumlah dalam satu tim sepak bola adalah 11 orang termasuk satu kiper.
Didalamsuatu pertandingan sepak bola terdiri dari dua babak, setiap babak ada
45 menit dengan waktu bersih dan dipimpin oleh 1 wasit utama dan 2 wasit
pembantu atau sering disebut hakim garis (lines man), di sini wasit mempunyai
hak yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat dalam memurtuskan suatu
pelanggaran yang terjadi di dalam suatu pertandingan. Permainan ini menggunakan
teknik dasar yang bervariasi, dalam permainan ini ada beberapa teknik dasar
yaitu : teknik menendang bola, teknik menahan bola, teknik menyundul bola dan
teknik menggiring bola, dalam pertemuan ini kita akan melakukan teknik dasar
menendang dan menahan bola menggunakan berbagai bagian kaki.
Pola4-4-2 ini bisa diterapkan dengan
catatan posisi 4 bek bisa menjaga dan mampu membantu penyerangan, tentunya
kapasitas 4 bek ini tidak hanya kuat mempertahankan area gawang, namun juga
mempunyai skill dalam pengaturan serangan, dan 4 pemain poros halang dapat
membantu penyerangan dari 2pemain penyerang, sehingga penyerang bisa leluasa
mengobrak-abrik pertahanan lawan. Dengan pola ini diharapkan pola serangan
lebih dipertajam.
Untuk
lebih jelasnya dalam mempraktikan pola penyerangan 4-4-2, kita lihat gambar
dibawah ini dan cermatilah cara untuk melakukan teknik dasar ini
v TUGAS
Ø Pola
penyerangan 4-4-2
Gambar dibawah ini contoh pola penyerangan 4-4-2

Cara melakukanpola
penyerangan 4-4-2 :
- Pembagian posisi dari pola tersebut
- Kemudian melakukan latihan sesuai dengan tugas dari posisi masing-masing
- Posisi Gardien de but : Penjaga gawang
- Posisi defender central : Pemain bertahan full center
- Defenseur droit : Pemain bertahan sisi kanan
- Defenseur gauche : Pemain bertahan sisi kiri
- Milieu : poros halang
- Milieu droit : Sayap kanan
- Milieu gauche : Sayap kanan
- Avant-Centre : pemain penyerang/Striker

Tidak ada komentar:
Posting Komentar